Rekonstruksi Butuh Waktu
Pernahkah kita merasa hubungan dengan orang tua seperti jembatan yang retak, bahkan mungkin putus? Perbedaan pendapat, luka masa lalu, atau kesalahpahaman sering kali menjadi penyebabnya. Namun, Alkitab mengajarkan kita bahwa kasih dapat menjadi perekat yang kuat untuk memperbaiki setiap retakan.
Ingatlah perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32). Anak itu meninggalkan ayahnya dan hidup dalam kesesatan. Namun, ketika ia kembali, sang ayah menyambutnya dengan sukacita tanpa menanyakan alasan kepergiannya. Kasih seorang ayah begitu besar sehingga ia rela melupakan semua kesalahan anaknya. Begitu pula kasih Allah kepada kita. Ia selalu membuka pintu pengampunan bagi kita, tidak peduli seberapa besar kesalahan kita.
Selain perumpamaan anak yang hilang, kita juga dapat merenungkan perumpamaan tentang hamba yang berutang banyak (Matius 18:23-35). Perumpamaan ini mengajarkan kita tentang pentingnya pengampunan dan bagaimana kita harus mengampuni orang lain sebagaimana kita telah diampuni.
Membangun kembali hubungan yang rusak membutuhkan waktu dan kesabaran. Apa yang kita lakukan pada waktu tersebut akan mempengaruhi hasilnya. Jangan menyerah! Dengan bantuan Tuhan, kita pasti dapat mengatasi segala kesulitan dan menemukan kedamaian dalam keluarga.