Kado Terindah
Saat natal tiba, kita sering fokus pada kado, pohon natal, Christmas dinner / lunch, dan acara lainnya. Tapi, pernahkah kita benar-benar merenungkan kado terbesar yang pernah diberikan Tuhan kepada kita? Kado itu bukan sesuatu yang dibungkus dengan kertas mewah, melainkan seorang bayi kecil yang dibungkus kain lampin & diletakkan di palungan.
Lukas 2:7 berkata:
"Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan."
Yesus lahir dengan sangat sederhana di tempat yang jauh dari mewah. Tapi justru di situlah letak kasih Allah yang luar biasa. Dia mengirimkan Putra-Nya untuk dibungkus dalam kemanusiaan, agar kita bisa merasakan kasih-Nya secara nyata.
Kasih ini tidak hanya terlihat di Natal, tapi terus hadir sepanjang hidup Yesus dalam ajaran, mukjizat, hingga pengorbanan-Nya di kayu salib. Kasih itu membungkus kita setiap hari, memberikan pengharapan & keselamatan.
Kalau kita tanya ke dalam diri kita,
Apakah aku sudah merasakan kasih Tuhan yang membungkus hidup kita setiap hari?
Bagaimana kita bisa membagikan kasih itu kepada orang lain di sekitar kita?
Natal bukan hanya tentang menerima, tapi juga memberi. Mari kita menjadi saluran kasih Tuhan untuk orang-orang di sekitar kita, seperti Dia yang membungkus kita dengan kasih tanpa syarat.