Iri Hati
Sepanjang tahun 2024 kemarin, sudah banyak yang kita lewati. Pengalaman baik dan buruk. Kebahagiaan, kesedihan, penyesalan, dan banyak pelajaran lainnya. Tak jarang kita juga membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Kita pikir hidup orang lain jauh lebih enak padahal belum tentu. Disinilah titik dimana kita memiliki hati yang sempit. Hanya menilai dari luar, dan langsung membandingkan dengan hidup kita sendiri. Kita akan sulit untuk punya visi yang benar (se-visi dengan Tuhan) kalau hati kita sempit.
Iri hati hanya akan mendatangkan kekacauan dan kejahatan. Iri hati hanyalah menghadirkan kutuk dalam diri kita sendiri, yang seharusnya kita bisa bertumbuh, namun pertumbuhan kita malah terhambat.
Yakobus 3:16
“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat”
Memang di tahun 2024 masih banyak sekali keinginan kita yang belum tercapai, dimana memiliki keinginan sendiri bukanlah hal yang salah, namun sering sekali juga keinginan kita tidak sesuai dengan keinginan Tuhan sehingga kita menjadi sedih atau bahkan pahit apabila itu tidak tercapai.
Yakobus 1:13-15
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: ‘Pencobaan ini datang dari Allah!’ Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut”
Inilah saatnya, kita mulai yang baru, di tahun yang baru, 2025. Melepaskan semua iri hati dan segala keinginan kita yang salah, evaluasi diri, berdoa, dan membiarkan Tuhan memperbaharui hati kita dengan kasih-Nya. Karena, kasih Tuhan adalah kasih yang mampu memperluas hati kita kalau kita mau membuka diri. Jadi, kuncinya adalah membuka diri, dan membiarkan Tuhan yang memenuhi kita. Selamat tinggal 2024. Selamat datang 2025. Selamat berjuang di tahun yang baru. God bless.