Karakter Gereja & Parents yang Baik

Family bukan cuman ditentukan oleh darah, tetapi ada juga family yang lahir dari "hubungan dan kasih" yang kita share dengan orang asing yang berubah menjadi anggota keluarga yang di sayangi.

Salah satu contohnya adalah Gereja. Gereja sebagai keluarga yang berhasil adalah gereja yang leadership nya yang berfungsi. Pembahasan leadership versi gereja dan di rumah sendiri (orang tua) dibagi menjadi 4 macam :

1.) Otoriter

  • Parent yang otoriter = kontroling, patuh, fear based motivation, dampaknya : susah mengembangkan dirinya,

  • Gereja yang otoriter = strict rules & mendoktrin) , Dampak nya : dibelakang ngomongin gereja.

2.) Permissive

  • Parent yang permissive = sedikit aturan, menghindari konflik, Dampak nya tidak disiplin, struggle with boundaries,

  • Gereja yang permissive = tidak jelas untuk leadership culture, yang penting semua happy, dampak nya shadow growth, theological erorr.

3.) Neglectful

  • Parent yang neglectful = tidak perduli terhadap emosi anak, emotionally distant, Dampaknya : low self esteem,

  • Gereja yang neglectful = tidak perduli terhadap jemaat, dampak nya jemaat berasa tidak ada koneksi.

4.) Authoritative

  • Parent yang authoritative = firm but fair rules & expectation, dampak : self disiplined, confident,

  • Gereja yang authoritative = bible based preaching, balance leadership, dampak : caring atmosphere to serve impact.

Maka kesimpulannya, belajar untuk menjadi orang tua dan anggota gereja yang bisa memiliki sifat atau karakter yang autroritative sehingga dapat mengembangkan leadership, disiplin dan percaya diri yang baik.😊

Previous
Previous

Home But-Sometimes-Not-So Sweet Home

Next
Next

Taat