Tekanan Tapi Enak

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
Matius 11:28-30

Dunia memiliki banyak sekali tuntutan dan tekanan. Berbagai peraturan, norma, tradisi, dan kebiasaan tampak sebagai tuntutan yang begitu memberatkan kita sehingga seringkali kita begitu tertekan ketika menjalani hidup kita sehari-hari. Tekanan dan aturan baik yang tertulis maupun tidak membuat kita berpikir kita harus selalu “perform” dengan baik untuk hidup dengan benar. Namun sadar atau tidak, kita sebenarnya tertekan bukan karena peraturan tersebut, melainkan karena kita selalu berpikir tentang apa kata orang lain dan masyarakat jika kita hidup di bawah standar-standar dunia. Pikiran kita sendirilah yang memenjarakan kita.

Jadi apa solusinya? Kita harus memperbaiki mindset dan motivasi kita dalam menjalani hidup. Dari ayat di atas, kita melihat bahwa Yesus memberikan kita alternatif bagi yang lelah untuk mengikuti standar dunia. Ia akan memberikan kita kelegaan jika kita memikul kuk yang Ia berikan. Apa itu berarti tuntutan dan tekanan akan hilang? Tidak, tapi jika kita menerima kuk dari Kristus dan memperbaiki mindset dan motivasi kita untuk menjadikan semua yang kita lakukan (termasuk pekerjaan sekuler) untuk melayani Tuhan, maka kita akan dapat melihat tekanan dan tuntutan itu dari perspektif yang beda. Jika kita melihat itu dari perspektif yang benar, maka kita akan sadar bahwa Tuhan selalu berada di sisi kita ketika kita sedang mengalami hardship dalam hidup, apapun itu. Tekanan tetap ada untuk membentuk kita, tetapi berjalan dengan Kristus yang membuat itu terasa ringan. Dengan berjalan bersama Dia pula, kita akan dapat semakin diserupakan dengan Ia yang menciptakan kita sejak semula untuk menjadi gambar dan rupaNya.

Tuhan Yesus besertamu!

Previous
Previous

Ketika Iblis Mengetuk Pintu Hati Kita

Next
Next

Responsibility & Accountability