Teman

Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!
Pengkotbah 4:10

Hidup disekelilingi orang, nggak selalu berarti disekelilingi teman. Kesepian di tengah keramaian sounds familiar buat kebanyakan orang. Keadaan ini, cukup sering jadi trigger issue untuk seseorang kesulitan, atau bahkan terjebak dipikiran buntunya sendirian.

Dan ayat diatas menggambarkan fungsi krusial seorang teman, terkusus-nya dimasa kejatuhan. Peran teman digambarkan bak seorang penolong, yang bantu angkat kita keluar dari wai(malang)-nya jatuh "sendirian".

Sebuah perenungan menarik buat setiap kita untuk kembali menguji,

Sudahkah kehadiran kita di hidup orang lain, atau minimal dihidup orang yang kita sebut "teman". Betul-betul berfungsi sebagai teman ? atau cuma hadir sebagai "figura" saja ?

Salah satu highlight dari sermon Ps. Christo minggu ini,
"Seorang teman yang dipenuhi Roh Kudus, gak akan mungkin tega membiarkan bestie-nya binasa."

Means, at some point kita sebagai teman harus berani menanggung risiko ketersinggungan demi selamatkan bestie dari keterhilangan. In the same time, sebagai teman yang ditolong pun harus bisa cukup rendah hati untuk buang rasa ketersinggungan, dan bisa lihat niat baik dari seorang teman.

Nggakk mudah memang, makanya kita perlu KASIH untuk bisa tetap terus SAYANGIN teman. Karena teman nggak selalu nyenengin, ada kalanya juga temen tuh nyebelin, dan susah dibilangin , tapi ya kurang lebih begitupun kita di mata teman, haha.

Belajar sama-sama jadi teman yuk, teman !

Previous
Previous

Ministry of Presence

Next
Next

Penguasaan Diri