Jika Nyamuk Punah

Pernahkah kita memikirkan hal tersebut? Kesannya tidak berguna, hanya bikin gatal saja, mengganggu tidur, dan menyebarkan berbagai macam penyakit seperti malaria dan demam berdarah. Namun, apakah kita sadar, jika nyamuk punah, dapat berdampak negatif juga? Salah satunya adalah akan ada banyak hewan yang kekurangan pakan, seperti burung, ikan, dan juga serangga air. Rantai makanan di ekosistem akan kacau. Selain itu, nyamuk jantan juga membantu penyerbukan tanaman, seperti anggrek. Dan yang mengerikannya, jika nyamuk punah, alam bisa saja memunculkan serangga lain untuk menggantikan peran-peran nyamuk di atas, yang misterius dan belum diteliti keberadaannya. Menyeramkan bukan?

Oke, stop dulu tentang nyamuk. Let’s talk about you. Kalau nyamuk saja ada perannya di dunia, apalagi kita, manusia yang diciptakan serupa dan segambar denganNya.

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” –Efesus 2:10 (TB)

“Someone like me..? A wretched man like me? Yang punya masa lalu menjijikkan begini? Ya enggak mungkin lah bisa Tuhan pakai.”

Oh yes, sangat yes. He is the God of second chances. Petrus yang menyangkal Yesus 3x, ditawarkan kesempatan untuk menggembalakan domba-dombaNya 3x juga. Paulus dengan background teroris agama pada saat itu, menjadi salah satu “influencer” paling bersejarah dalam kekristenan. Dan lain sebagainya. Percayalah, jika kamu belum “punah” saat ini, artinya masih ada peran yang belum selesai di dalam hidup kita. Termasuk masa lalu kita yang error banget? Yes. Justru pengalaman seperti itulah yang seringkali menjadi jembatan berkat bagi mereka yang bergumul juga.

Anything, God can use absolutely anything to reveal His love and glory. Don’t underestimate His ability to turn our ashes of the past and current moment, into sands of beauty. He wants to use us, the goods and bads, seutuhnya. Kamu lebih dari sekadar nyamuk.

Previous
Previous

Kompas Hati

Next
Next

Tersesat di Hidup Sendiri