Hubungan yang Sehat, Hati yang Kuat

Dalam hidup, kita pasti menginginkan hubungan yang sehat. Baik dengan pasangan, keluarga / sahabat. Tapi sering kali kita terjebak dalam hubungan yang melelahkan, penuh drama & bahkan bikin kita jauh dari Tuhan.

Pernah gak merasa sudah berusaha sebaik mungkin, tapi tetap saja hubungan itu terasa berat? Kita sudah sabar, sudah ngertiin, tapi yang kita dapat justru luka & kecewa. Kenapa? Karena sering kali kita menaruh harapan terlalu besar pada manusia, yang pada dasarnya bisa mengecewakan.

Yeremia 17:5 mengingatkan kita,

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari Tuhan.”

Artinya, kalau kita terlalu bergantung pada orang lain untuk kebahagiaan kita, kita justru bisa kecewa.

Hubungan yang sehat itu bukan tentang seberapa sempurna pasangan kita, tapi seberapa besar kita melibatkan Tuhan di dalamnya. Hubungan yang sehat bukan berarti gak ada konflik, tapi tau bagaimana menyelesaikannya dengan kasih. 1 Korintus 13:4-5 berkata,

“Kasih itu sabar, kasih itu murah hati. Ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”

Ketika kita menaruh Tuhan sebagai pusat hubungan, kita gak akan mudah goyah. Kita tetap bisa mengasihi, tapi tanpa kehilangan jati diri. Kita tetap bisa berusaha, tapi tanpa merasa harus selalu jadi yang paling berkorban. Karena pada akhirnya, hubungan yang sehat akan membuat hati kita kuat & bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Previous
Previous

Tangan Yang Kecil

Next
Next

Sparing Partner