BeYOUtiful
Pengkhotbah 3:11a
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya
Kini kita tahu bahwa keindahan tidak hanya terletak pada suatu masa dalam hidup yang kita impikan, seperti setelah menikah, atau punya anak. Sesungguhnya, keindahan ada di setiap musim kehidupan kita, bila kita melaluinya bersama Tuhan. Inilah realisasi dari apa yang dikatakan Firman pada Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia , yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. “
Truly truly i said to you, ada tujuan dalam setiap kehidupan kita, dan keindahan itu hanya bisa dirasakan bagi mereka yang mengindahkan rencanaNya ini.
Apakah karena Tuhan pilih kasih? Tentu saja Sang Kasih tidak dapat menyangkali DiriNya dengan hanya mengasihi sebagian dan tidak pada sebagian lain. Sebaliknya, manusialah yang menolak cinta Sang Ilahi.
Sebab bagaimana mungkin, kita dapat merasakan keindahan pada masa-masa sulit kita? Mustahil bagi mereka yang tetap berkeras hati terhadap cintaNya.
Pengkhotbah 3:2&4
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;…. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari
Saat kelahiran, semua orang berbahagia. Saat ajal menjemput, semua orang berduka kehilangannya. Bagaimana tetap bisa menemukan keindahan dalam kedukaan yang mendalam ini?
Mengutip lirik lagu “Satisfied in You” by The Sing Team; “Let my pain reveal Your glory as my only real rest. Let my losses show me all I truly have is You.”
Ketika melalui masa penderitaan, kita bisa makin menyadari kemuliaanNya dalam setiap perkara, pelukan eratNya dalam setiap air mata, gendonganNya yang tak membiarkan tergeletak, hikmatNya yang menuntun setiap langkah. Ya, pencerahan akan keindahan Pribadinya disingkapkan dari mata yang fana ini!
Lebih menakjubkannya lagi, kitapun sedang dibuatNya makin indah dalam masa sukar.
Roma 5: 3-4
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Atau malah lebih simplenya, bikin kita makin pintar. Penderitaan kita kemarin bisa jadi pelajaran berharga buat diri sendiri dan orang lain kelak. Karena tidak sedikit orang yang terkena masalah karena kesalahannya sendiri. Seperti kita yang makin peka dan berhikmat ketika sudah pernah basah kuyup kehujanan. Berikutnya di musim penghujan, melihat langit sudah berawan sudahlah tak perlu ngeyel, bawa payungmu atau jas hujan. Sudah tau red flag, masih diterabas juga. Ujung-ujungnya kecele, menderita sendiri le!
Bagian yang terakhir ini khusus untuk yang lagi ada di masa dating ya. Hehe.
So fams, may The Beauty of God captivates our hearts, and HE’ll be The Reason, in all our season.