Kalau Tuhan Pegang, Jangan Gemeteran!
Seorang anak kecil tidur sendirian di kamarnya. Tiba-tiba, listrik padam, dan seketika kamar itu menjadi gelap gulita. Rasa takut menyelimutinya. Ia menangis dan memanggil ayahnya. Sang ayah segera datang, duduk di sampingnya, dan berkata, "Jangan takut, Ayah di sini."
Tapi kegelapan masih terasa menakutkan. Anak itu menggenggam tangan ayahnya erat-erat, lalu ayahnya berkata, "Pegang tangan Ayah. Percayalah, meskipun kamu tidak bisa melihat Ayah, Ayah tetap ada di sini." Perlahan, anak itu mulai tenang, hingga akhirnya tertidur dalam damai.
Berapa kali kita seperti anak itu? Ketika keadaan hidup terasa gelap, kita sering merasa Tuhan jauh atau bahkan tidak ada. Ketakutan pun muncul; takut akan masa depan, takut kehilangan, takut gagal.
Namun, Yesaya 41:10 mengingatkan kita:
“Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau; jangan bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Mungkin saat ini hidup kita terasa gelap. Masalah datang bertubi-tubi, dan kita tidak tahu harus berbuat apa. Tapi ingatlah, Tuhan selalu ada. Kita mungkin tidak bisa melihat-Nya, tapi Dia tetap menggenggam tangan kita.
Pertanyaannya, apakah kita mau percaya? Apakah kita mau tetap melangkah dengan iman meskipun kita belum melihat jawabannya?
Ketakutan sering kali membuat kita berhenti, membatasi langkah, dan bahkan meragukan Tuhan. Kita bertanya, "Bagaimana jika aku gagal? Bagaimana jika yang aku harapkan tidak terjadi?" Tapi iman bukan tentang melihat hasil terlebih dahulu, melainkan percaya bahwa Tuhan sudah berjalan lebih dulu di depan kita.
Jangan biarkan ketakutan menghentikan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan di saat tergelap sekalipun. Seperti anak itu yang akhirnya bisa tidur dengan damai karena percaya pada kehadiran ayahnya, kita juga bisa hidup dengan tenang ketika kita percaya bahwa Tuhan selalu ada di sisi kita.