What do I have? Choices
Salah satu hal yang paling sering saya lontarkan ketika sedang melakukan konseling rohani, ketika mereka banyak mengeluhkan hal seperti, “Kok bisa yah Tuhan izinin ini terjadi? Papa mama begitu jahatnya sama aku? Boss ku bisa setega itu? Pacarku separah itu? Kok Tuhan gak cegah yah? Asli Tuhan jahat banget.” Adalah: “Kok manusia yang salah, tapi yang disalahin itu Tuhan?”
Kalau seandainya masih defensif, “Tapi kan Tuhan bisa aja stop orang-orang itu dari menyakiti saya! Kok tega diizinkan terjadi?” Maka jawabannya sangat tidak menyenangkan, yaitu, "If God does that to them, robbing them of their free will and choices [which God would never do, He can never go against His words], then God has to take yours away too.”
Konsep “pilihan” itu sangat kompleks. Memang betul, sudah terlalu banyak kekacauan dan kesedihan yang disebabkan karena pilihan yang salah, entah itu pilihan dari diri kita sendiri ataupun orang lain. Dalam Alkitab pun dipenuhi dengan contoh-contoh demikian, di mana banyak orang terluka karena pilihan yang salah. Misalnya, Daud yang menghancurkan hidup Uria (secara literal) karena memilih untuk mengambil Batsyeba. Petrus yang memilih untuk menyangkal Yesus 3x, dan lain-lain.
Namun, mari kita tidak melihat segala sesuatu terlalu hitam/putih. Dari “choices” yang kita miliki, ada banyak baik juga yang berpotensi muncul dari situ. Daud, memilih untuk belajar dari pengalaman kejatuhannya, sehingga ia menjadi salah satu raja paling bersejarah. Petrus, memilih untuk tidak tenggelam dalam keterpurukannya, dan bangkit menjadi salah satu leader paling berpengaruh dalam sejarah gereja. Contoh lain? Yusuf, bisa saja memilih untuk pahit kepada Tuhan dan saudara-saudaranya, namun ia tidak memilih hal tersebut.
James 1:5 (NIV)
If any of you lacks wisdom, you should ask God, who gives generously to all without finding fault, and it will be given to you.
Ask Him for wisdom in making choices. So that every step we take, is according to His good will.