Naik Level
Selayaknya ketika bermain games di gadget, kita mulai dari level 1. Cukup mudah bagi pemula, dan dapat terlalui dengan cepat. Lanjut level 2, ada jebakan baru untuk dilalui, tidak semudah level 1, namun terlampaui.
Semakin naik level akan semakin banyak fitur tantangan yang mengharuskan kita berpikir lebih dalam, dan bekerja lebih keras untuk menyelesaikan level demi level.
Belum lagi ada kesalahan-kesalahan yang membuat kita mengulang dari awal, dan tentu saja jika ingin naik level, kita tidak boleh mengulang kesalahan yang sama dan belajar untuk bermain lebih baik.
Jadi, dalam kehidupan ini, sudahkah kita belajar dari kesalahan kita untuk bermain lebih baik? atau kita masih berkutat dengan kesalahan yang sama sehingga sepertinya kita tidak naik level?
Yakobus 1 : 2-4
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, karena kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, dan tak kekurangan suatu apa pun."
Ayat ini mengingatkan kita bahwa tantangan dalam hidup adalah bagian dari proses naik level. Ketekunan dan pembelajaran dari setiap ujian akan membentuk kita menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana.
Amsal 24:16
"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, tetapi ia bangkit kembali, tetapi orang fasik jatuh dalam kecelakaan."
Ayat ini mengajarkan bahwa meskipun kita jatuh dan gagal, kita harus bangkit dan belajar dari kegagalan kita untuk melangkah lebih maju, seperti dalam sebuah permainan di mana kita harus belajar dari kesalahan dan melanjutkan permainan.