Tuhan dan “Aku”

Dalam sebuah kisah, sang pelaku utama, panggil saja dengan sebutan “Aku”, seseorang yang suka menolong, dan hidup mengusahakan perdamaian di tempat dimana Aku dipercayakan. Seketika mengalami kekecewaan karena tidak mendapat balasan yang sama ketika sudah menolong orang lain. Aku menolong orang lain namun tampaknya kebaikan Aku tidak selalu dibalas dengan kebaikan. Aku merasa lelah dan mulai bertanya-tanya, apakah masih layak untuk terus menolong orang lain? Apakah Aku harus berhenti peduli hanya karena tidak mendapatkan balasan yang sama?

Yang harus Aku sadari adalah bukan tanggung jawab orang lain untuk menolong Aku. Aku tidak seharusnya marah dan kesal kalau orang lain tidak bisa menolong Aku atau ketika Aku tidak mendapat balasan yang sama, itu hak mereka untuk memilih menolong Aku atau tidak. Menolong bukan tentang mendapatkan kembali, tetapi tentang memberi dengan tulus, seperti yang telah Yesus lakukan lebih dulu untuk Aku.

Apabila bercermin pada kisah Rasul Paulus yang sering kali ditindak secara tidak adil dalam menjalani pelayanannya, dia tetap setia pada panggilannya. Dia tidak berhenti melayani, dia memahami bahwa misinya bukan untuk mendapatkan pengakuan dari manusia, tetapi untuk menyenangkan Tuhan.

Aku semestinya tau bahwa menjalani The Good Fight adalah menjadi seperti orang Samaria yang baik, ketika Aku tidak mendapatkan imbalan apa pun dan Aku tahu bahwa orang yang Aku bantu tidak akan pernah melakukan hal yang sama untuk Aku.

The Good Fight adalah mengalahkan diri sendiri untuk tidak membalaskan dendam, dan tetap memanusiakan manusia, juga dengan memberikan ruang untuk Tuhan secara pribadi berkarya dalam hidup orang lain dan tidak menjadi batu sandungan dengan menyimpan kebencian atau membalaskan dendam.

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”
— Matius 7:12

Aku seharusnya memilih untuk tetap mengasihi dan menolong, bukan karena mengharapkan balasan, tetapi karena kasih Tuhan sudah lebih dulu menemukan dan mengubah hidup Aku.

Previous
Previous

Am I Doing it Right?

Next
Next

Berjuang Menjadi Serupa dengan Kristus