Bebas Masa Gitu?

Mungkin banyak dari kita yang berpikir, "Kapan sih gue bebas? Kapan gue bisa benar-benar jadi diri sendiri tanpa harus memikirkan penilaian orang lain?". Apalagi kalau kita udah ketemu sama tuntutan dan tekanan hidup dari segala arah.

Coba kita dengarkan apa kata Yesus :

“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
— Matius 11:29-30

Kalau kita baca sekilas, mungkin kita bingung. Tapi coba deh, bayangin kuk itu seperti alat yang dipakai oleh dua ekor sapi untuk menarik bajak. Kuk itu menyatukan mereka. Dalam konteks ini, Yesus menawarkan diri-Nya untuk "memikul bajak" itu bersama kita.

Jadi, "kuk yang Kupasang" dari Yesus itu berbeda. Itu bukan kuk yang membelenggu, tapi membebaskan. Beban yang Ia tawarkan bukan beban yang menekan, tapi beban yang meringankan.

Yesus bilang, "belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati." Ini bukan tentang berusaha menjadi sempurna. Ini tentang belajar dari Dia, yang hatinya penuh kasih dan rendah hati. Belajar dari Dia artinya membiarkan Dia yang memegang kendali atas hidup kita.

Ketika kita memasang kuk bersama Yesus, beban yang kita pikul sehari-hari itu jadi terasa ringan. Kenapa? Karena yang memikul beban terberat bukan kita, tapi Yesus. Dia sudah menanggung semua dosa, kegagalan, dan ketakutan kita di kayu salib.

Jadi, kebebasan sejati yang ditawarkan Yesus bukanlah kebebasan dari tanggung jawab, tapi kebebasan dalam tanggung jawab. Kebebasan dari rasa cemas, dari standar yang tidak realistis, dan dari kehampaan. Kebebasan untuk menjadi diri kita yang sejati, yang diciptakan oleh Tuhan, bersama dengan Dia.

Teman-teman, dunia mungkin menawarkan kebebasan semu yang hanya membuat kita lelah. Tapi Yesus menawarkan kebebasan sejati yang memberikan kedamaian di hati. Mari kita pilih kebebasan yang membuat jiwa kita tenang, bukan kebebasan yang membebani. Tuhan berkati!

Previous
Previous

Wisdom in Freedom

Next
Next

Use Free Will for God’s will