WINNING THE WAR, NOT THE BATTLE

Let us throw off everything that hinders… and the sin that so easily entangles. and let us run with perseverance the race marked out for us.
— Hebrew 12:1

Bayangkan hidup sebagai sebuah perlombaan panjang. Bukan sprint. Bukan lomba cepat-cepatan. Tetapi race yang ditentukan Tuhan, dengan garis finish yang tidak terlihat hari ini, namun menunggu diujung.

Masalahnya, banyak dari kita berlari sambil membawa beban. Bukan hanya dosa, tetapi juga: ekspektasi orang lain, keinginan membuktikan diri, tanggung jawab yang tidak pernah Tuhan minta kita pikul.

Kesetiaan tidak lahir dalam semalam. Ia dibentuk dalam proses panjang. Ketika kita tetap berjalan meski tidak disorot, tetap taat meski hasil belum terlihat.

Menang dalam battle sering terasa memuaskan. Tapi menang dalam war membutuhkan kerendahan hati untuk terus setia. Keseimbangan antara karya dan pemulihan menjaga kita tetap fokus pada war, bukan tenggelam dalam battle yang melelahkan.

Every decision is actually a value judgement.

Dan Injil menyatakan ini dengan jelas: nilai kita tidak ditentukan oleh seberapa banyak battle yang kita menangkan, tetapi oleh Yesus yang lebih dulu menyatakan betapa berharganya kita di mata-Nya.

Previous
Previous

Kompas Prioritas

Next
Next

Enough to Hold, Brave to Let Go