Christ Himself

Nggak terasa ya kita sudah masuk ke Christmas Season ?

Pernak-pernik Natal mulai bermunculan, ajakan tukar kado berdatangan, Christmas event sudah mulai kita marking di calender, Serruuuu.... Perayaan natal selalu menarik dan selalu seru untuk dinantikan. Namun perayaan atau euforianya gak jadi natal, kalo subjek yang dirayakannya yakni Kristus malah nggak diundang, dan gak jadi tuan acaranya.

Yohanes 3:16 (TB)
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan  Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

The best Christmas gift we ever had was Christ himself. Menyadarai bahwa inkarnasi Tuhan menjadi manusia bukanah sekadar cerita pengantar natal, tapi sebagai realita dari bukti pengorbanan cinta terbesar yang pernah ada yang Allah lakukan untuk setiap kita. Kontras antara kandang sederhana dan keagungan Allah pun semakin menegaskan betapa besar cinta-Nya bagi kita.

The greatest gift we should celebrate and be deeply grateful for, especially in this Christmas season, is Christ Himself. Tidak ada yang salah dengan euforianya, tidak ada yang salah juga dengan segala bentuk perayaan natal yang ada. Tapi jadi "BUKAN" euforia & perayaan "NATAL" nama-nya kalo bukan Kristus yang jadi subject-nya.

Mari kita menyadari dan merenungi kembali makna Natal yang sesungguhnya, menyadari bahwa peringatan atas Anak Allah yang telah lahir buat gantikan setiap kita sebagai karya pengorbanan dan pembuktian cinta terbesar untuk setiap kita.

May God love selalu menyertai dan menghangatkan setiap moment natal kita ya

God bless fams

Previous
Previous

Packaging Cakep?

Next
Next

Family Comes First