Anugerah yang Melampaui Segalanya

Efesus 2:8-9 
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

Seringkali kita hidup dalam upaya membuktikan diri, dan mencapai standar kesempurnaan yang kita ciptakan sendiri. Dunia mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu, kita harus membayar dengan kerja keras. Sayangnya, konsep ini sering kita bawa dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita merasa harus “layak” di hadapanNya, seolah-olah keselamatan dapat dibeli dengan perbuatan baik atau ketaatan.

Namun, Paulus mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah pemberian Allah. Itu adalah anugerah murni, bukan hasil usaha atau kebaikan kita. Jika keselamatan ditentukan oleh usaha kita, tidak ada seorang pun yang akan lolos. Tapi syukur kepada Allah, Dia memberikan anugerahNya secara cuma-cuma.

Allah memutuskan untuk mengasihi kita tanpa syarat. Dia mengutus Yesus Kristus untuk mati di kayu salib untuk menebus dosa kita, bukan karena kita layak, melainkan karena kasihNya yang sempurna. Keselamatan yang kita terima adalah hadiah tak ternilai yang tidak bisa kita beli atau balas dengan apa pun.

Kita seharusnya bersyukur karena keselamatan tidak tergantung pada kemampuan kita yang terbatas. Itu adalah kepastian yang hanya bisa diberikan oleh Allah melalui kasih karuniaNya. Kita juga seharusnya rendah hati karena tidak ada satu pun dari kita yang bisa membanggakan diri. Semuanya adalah karya Allah, bukan hasil kerja kita.

Maka, berhentilah merasa harus sempurna untuk dikasihiNya. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain atau berusaha “membeli” kasih Tuhan dengan perbuatan baik. Terimalah kasih karunia itu dengan iman. Biarkan anugerahNya mengubah hati kita, membawa damai, dan memberi kita hidup yang penuh makna. Sebab pada akhirnya, keselamatan adalah bukti bahwa kita dikasihi dengan kasih yang melampaui segala logika manusia.

Anugerah itu nyata. Anugerah itu milikmu.

Previous
Previous

Hidup Baru dalam Kristus

Next
Next

Gratis is Priceless