A Time For Reflection

Di balik keindahan lampu & pohon natal, seharusnya ada moment bagi kita untuk berhenti sejenak, merenung & melihat kembali diri kita di hadapan Tuhan.

Ketika Yesus lahir di palungan yang sederhana, Dia menunjukkan bahwa kasih Allah bukan soal kemegahan, melainkan soal kerendahan hati & pengorbanan. 

Natal mengingatkan kita bahwa Tuhan ingin hadir di dalam hati kita, gak peduli seberapa berantakan hidup kita.

Ini juga bisa jadi moment untuk kita introspeksi diri. Apakah kita sudah menempatkan Yesus sebagai posisi yang utama di hati kita? Ataukah hati kita terlalu penuh dengan ambisi, kesibukan & kekhawatiran dunia? 

Mungkin natal ini adalah momen yang tepat untuk membuang hal-hal yang menghalangi terang Kristus bersinar dalam hidup kita; entah itu ego, kepahitan, keinginnan sia-sia, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan kebenaran. 

Yuk gunakan waktu natal ini gak cuma untuk christmas lunch / dinner, tapi memperbaiki hubungan, meminta pengampunan, & memperbarui komitmen kita kepada Tuhan. Seperti Yesus memberikan diriNya sepenuhnya untuk kita, bukankah sudah semestinya kita berusaha melakukan yang terbaik yang kita bisa untuk kemuliaanNya?

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.” (Mazmur 139:23)

Di moment natal ini, biar kasih & terang Kristus gak hanya dirayakan, tetapi juga mengubah hati kita. Dengan hati yang baru, kita dapat membawa damai & kasih-Nya ke dalam dunia, dan berusaha menjadi terang di mana saja kita di tempatkan!

Previous
Previous

2025

Next
Next

Wasted Gift?