The Essence of Christmas

Christmas is a time of joy, celebration, and giving, but it is also a sacred moment for Christians to reflect on the essence of the holiday — the birth of our Savior, Jesus Christ.

Di balik kelap-kelip, dekorasi yang meriah, dan pertukaran hadiah, terletak inti dari Natal: kedatangan Kristus ke dunia.

Intisari dari Natal adalah waktu untuk merenungkan kebenaran-kebenaran ini:

1. God’s gift of Love
Inti dari Natal adalah kebenaran yang tak tergoyahkan bahwa Tuhan begitu mengasihi kita sehingga Ia mengutus Putra tunggal-Nya untuk menyertai kita. Karunia Yesus ini merupakan ungkapan kasih ilahi, bukan hanya untuk beberapa orang terpilih, tetapi untuk semua orang. (Yohanes 3:16)

2. The Promise of Peace
Yesus bukan hanya Juruselamat jiwa kita, tetapi juga Raja Damai. Oleh karena itu, Natal bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang rekonsiliasi—antara Tuhan dan manusia, dan antara sesama. Damai yang ditawarkan Kristus tidak bersifat sementara atau cepat berlalu, tetapi kekal.

3. The Call to Give
Natal mengingatkan kita akan tindakan kemurahan hati Allah yang terbesar—memberikan Anak-Nya. Kita dipanggil untuk mencerminkan kemurahan hati Allah dengan mengasihi dan memberi kepada orang lain. 

4. The Gift of Hope
Kelahiran Yesus adalah awal dari harapan baru bagi dunia. Kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya akan menyediakan jalan bagi semua orang untuk berdamai dengan Allah. Harapan ini tidak didasarkan pada keadaan atau pencapaian kita, tetapi pada kebenaran janji-janji Allah yang tidak berubah. 

Roma 15:13 menyampaikan doa ini: Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

As we celebrate Christmas, let’s remember that its true essence is not in what we give or receive, but in the love of God made manifest in the birth of His Son. Let that love fill our hearts and overflow into the world around us!

Previous
Previous

Pass The Gift

Next
Next

Fokus Pada Kristus