Fokus Pada Kristus
"Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." – Matius 6:33
Di masa Natal, fokus kita mudah teralihkan pada hal-hal yang terlihat indah di luar: dekorasi gemerlap, daftar belanja, atau acara keluarga. Namun, apakah kita benar-benar menyadari inti dari Natal itu sendiri?
Mencari Kerajaan Allah lebih dahulu, bukanlah sekadar himbauan, tapi panggilan untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat dari setiap aspek hidup. Kristus datang dengan tujuan yang jelas, mengembalikan hubungan kita dengan Allah yang rusak karena dosa. Namun ironisnya, dalam banyak perayaan Natal, Kristus justru sering "terlupakan."
Bayangkan, seandainya Anda diundang ke pesta ulang tahun seseorang, tetapi tuan rumahnya tidak diperhatikan atau bahkan diabaikan. Begitu pula Natal: tanpa Kristus sebagai inti, perayaan itu kehilangan maknanya.
Mencari Kerajaan Allah berarti hidup dengan hati yang terarah kepada-Nya. Ini terlihat dari bagaimana kita mengelola waktu, hubungan, dan tanggung jawab kita. Apakah kita sudah memberikan tempat utama bagi Tuhan? Apakah kasih dan kebenaran-Nya tercermin dalam hidup kita sehari-hari?
Natal mengajarkan bahwa Allah mengasihi kita secara luar biasa. Allah memberikan Yesus untuk menyelamatkan kita, bukan hanya orang-orang yang "layak," tetapi setiap kita yang penuh dengan kelemahan. Mengingat pengorbanan ini, apakah kita tetap membiarkan hal-hal duniawi mengalihkan fokus kita dari Allah?
Hari ini, tanyakan pada diri sendiri: apa yang menjadi prioritas utama dalam hidup? Apakah Kristus pusatnya?
Natal adalah waktu untuk kembali mengarahkan hati kita kepada-Nya. Ketika kita memilih untuk mencari Tuhan lebih dahulu, kita akan menyadari bahwa kasih, damai, dan sukacita sejati tidak pernah datang dari dunia ini, tetapi hanya dari-Nya.
Maka, jadikanlah Natal tahun ini berbeda. Jadikanlah Kristus sebagai pusat, bukan hanya dalam perayaan, tetapi dalam seluruh hidup Anda. Itulah esensi sejati dari Natal.