So Be It !
Tahun baru, biasanya banyak orang memiliki semangat yang baru dalam memperoleh mimpi-mimpi yang belum tercapai dalam hidupnya.
Setiap kita pasti memiliki suatu kerinduan akan sesuatu, entah dalam pencapaian maupun pemulihan. Ada yang mengidamkan pekerjaan, ada yang sudah bekerja tapi sedang mengalami tekanan di dalamnya. Ada yang mengidamkan pasangan, ada yang sudah berpasangan tapi sedang di ambang keretakan rumah tangganya.
Berbagai harapan pencapaian maupun pemulihan tersebut jelaslah sangat baik. Namun, apa tujuan setelah kita memperoleh semuanya itu?
“Untuk kepentingan kita?“
“Untuk kesenangan kita?“
“Untuk kesejahteraan kita?“
“Atau adakah kita merindukan kemuliaan Tuhan melaluinya?“
“Bila dapat bekerja, naik jabatan, bila menikah dan punya anak. Atau bila sembuh, bila masalah keuangan hingga keluarga dipulihkan. Apa yang hendak kita lakukan dengan semua itu?“
Teringat ada 10 orang kusta yang memohon kesembuhan kepada Yesus, “Yesus, Guru, kasihanilah kami.” (Lukas 17:11-19). Doa mereka dijawab, semua mendapat kasih karunia. Sedihnya, hanya 1 orang dari yang telah disembuhkan, yang berbalik kepada Yesus. Ke mana 9 lainnya? Sebab yang terpenting bagi 9 orang itu adalah pengakuan masyarakat, yang akan membuat mereka dapat kembali hidup normal tanpa dikucilkan, jika mereka sembuh. Ya, kesembuhan yang dirindukan untuk pemenuhan kepentingan diri.
Yakobus 4:3
“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
“Bagaimana dengan kita?”
”Bagaimana jika, melalui penantian panjangnya kita, sakitnya kita, strugglenya kita; Tuhan lebih dimuliakan? Maukah kita merelakan “impian” kita demi kemuliaanNya?”
Maukah kita berbesar hati menjalani hidup tanpa “kesuksesan” dunia, tetap menyaksikan kebaikan Tuhan di tengah penderitaan, dan tetap bersukacita dalam pengharapan yang tidak pernah pudar?
We were made for more,
We’re not made for this world,
We were made for HIS GLORY.