Hidup dengan Tujuan Ilahi
Yeremia 29:11 TB
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Di dunia yang penuh ambisi, kita sering diajarkan bahwa hidup diukur dari pencapaian: gelar, karier, kekayaan, status. Tapi, pernahkah kita bertanya, “Apakah ini tujuan hidup saya? ini kah yang Tuhan tetapkan?”
Banyak orang mencapai kesuksesan tapi tetap merasa kosong. Mereka memiliki segalanya, tetapi kehilangan damai sejahtera. Bahkan ada yang di tengah kejayaan menyerah pada keputusasaan. Mengapa? Karena hidup tanpa tujuan Tuhan hanya membawa kehampaan. Seperti kata Yesus,
Markus 8:36 TB
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?
Tuhan menciptakan kita bukan untuk mengejar ambisi pribadi, tetapi untuk menjalani rancangan-Nya. Efesus 2:10 menegaskan bahwa kita adalah buatan Allah, diciptakan untuk pekerjaan baik yang telah dipersiapkan-Nya. Tujuan hidup sejati bukan tentang apa yang bisa kita dapatkan, tetapi bagaimana kita bisa melayani dan memuliakan Tuhan. Saat kita memahami ini, pertanyaan kita berubah. Bukan lagi “Apa yang bisa saya dapatkan?”, tapi “Apa yang bisa saya berikan?”.
Pertanyaannya, sudah kah kita menjalani hidup sesuai dengan tujuan Tuhan?
Selama kita masih hidup, masih ada kesempatan untuk berubah. Kita bisa berhenti sejenak dan bertanya pada Tuhan, “Apa yang Engkau inginkan dalam hidupku?" dan "Bagaimana aku bisa hidup untuk-Mu?”
Jangan menunggu sampai terlambat untuk menemukan tujuan sejati. Jangan sampai kita mencapai segalanya, tetapi tetap merasa kehilangan arah.
Mulai hari ini, ambil keputusan untuk tidak sekedar hidup, tetapi hidup dengan tujuan; tujuan yang berasal dari Tuhan. Karena hanya ketika kita menjalani hidup sesuai dengan rancangan-Nya, kita akan menemukan makna sejati, kepuasan yang sesungguhnya, dan menjadi berkat bagi dunia.