Selidiki Hati
Dalam perjalanan kita menuju tujuan hidup, kita perlu untuk melakukan “check-in” sesekali supaya tetap berada di jalur yang tepat. “Check-in” dalam menjalani proses mencapai tujuan kita kepada Tuhan dapat dilakukan dengan menyelidiki hati kita.
1. Selidiki hati: apakah kita betul-betul hidup untuk Tuhan?
Apakah kita hidup untuk Tuhan atau kita hidup untuk memenuhi keinginan kita sendiri?
2. Selidiki hati: apakah kita sedang memikul salib dan menyangkal diri atau tidak?
Lukas 9:23 TB
Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
1 Petrus 4:1-2 TB
Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, – karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa –, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.Di tahun yang baru ini, pakailah waktu yang diberikan Tuhan kepadamu untuk menuruti kehendak Allah bukan keinginan manusia.
Kalau kita merasa hidup kita nyaman, kemungkinan besar kita belum memikul salib. Bagaimana cara sangkal diri dan pikul salib? Belajar meletakan kepentingan Bapa diatas kepentingan kita. Mengikuti kebenaran bukan perasaan.
3. Selidiki hati: apakah Tuhan sepenuhnya punya hati kita, atau ada hal lain yang punya hati kita selain Tuhan?
Semua yang melebihi antusias kita kepada Tuhan adalah berhala, termasuk jika itu adalah pikiran dan keinginan kita sendiri.
4. Selidiki hati: apakah kita memiliki urgensi untuk mengenal Tuhan dan punya relasi yang intim sama Tuhan?
Untuk memenuhi hidup dengan tujuan untuk Kristus, kita perlu mengenalNya lebih lagi. Kita tidak dapat mencapai tujuan untuk memuliakan Tuhan jika kita saja tidak mengenal pribadiNya.
Mazmur 139:23-24 TB
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!