In Step Jesus

Sebentar lagi kita memasuki tahun yang baru. Tahun baru umumnya mengingatkan kita pada setiap rencana yang belum terlaksana, untuk diharapkan mampu terealisasi di tahun mendatang. Resolusi, jadi topik pikiran setiap orang. Apa yang hendak kulakukan untuk menjadi lebih baik, lebih sehat, lebih sukses, lebih optimal dalam segala hal. Ada yang merinci resolusinya dengan berbagai rencana ke depan, ada yang let it flow dengan santai. Tapi yang pasti, semua punya harapan menjelang akhir dan awal tahun.

Apa kerinduanmu untuk tahun depan?
Sudikah jika Tuhan ubah rencanamu jadi rancanganNya?
Maukah selaraskan kerinduanmu dengan kerinduanNya?

2x Petrus diinterupsi oleh Yesus, dalam perjalanan hidupnya sebagai nelayan. Yesus tidak sembarang memilih perahu. Yesus memang memilih Petrus. Dengan tidak mengabaikan apa yang Petrus sedang lakukan, Yesus justru membantu Petrus dalam upayanya menangkap ikan. Hingga Petrus memperoleh begitu banyak ikan dalam tangkapannya. Pada panggilan pertamanya, Petrus dipanggil untuk menjadi penjala manusia (Lukas 5:1-11). Tak jauh dari profesinya sebagai nelayan, hanya fokusnya kini bukan materi, melainkan jiwa untuk diselamatkan.

Pada panggilan kedua, Petrus yang hendak menyerah dan lari dari hidup pelayanannya, kembali diinterupsi oleh Yesus dengan kejutan kedatanganNya. Kali ini Yesus memanggil Petrus untuk menggembalakan domba-domba kepunyaan Tuhan (Yohanes 21: 1-19). Jiwa, lagi-lagi.

Kedatangan Yesus di hidup Petrus, mengubah arah hidupnya.

Bagaimana denganmu?
Natal mengingatkan kita akan kedatangan Anak Allah. Datang di dunia, datang dalam hidup setiap kita.

Itulah interupsi pertama yang Tuhan lakukan. Ia memilih perahu kita, Ia naik dan memperkenalkan DiriNya. Ia menghentikan kita dari berjalan ke neraka dengan hidup yang sia-sia. Dan setiap kali Tuhan menginterupsi agenda kita, tujuanNya dari dulu sampai sekarang tetaplah sama: jiwa, untuk diselamatkan.

Tidak berhenti pada keselamatanmu saja. Ia memanggil kita untuk membawa banyak orang lagi untuk diselamatkan.
Maukah kau memiliki hidup yang berguna?
Maukah kau memberikan hidup untuk dipakaiNya?
Dengan sebelumnya rela dicampuri, diarahkan, direvisi, diinterupsi untuk benar dapat berfungsi.

Previous
Previous

Memimpin Dengan Teladan

Next
Next

Saat Tuhan Ikut Campur