Use Freedom with Wisdom
Hidup membutuhkan hikmat. Pun dengan kebebasan, hikmat dibutuhkan agar kita tidak kembali hanyut dalam kebodohan lagi.
Pantas saja Salomo memohonkan hal ini ketika ia diberi kesempatan untuk meminta apa saja dari Tuhan. Hikmat untuk menimbang dan membedakan mana yang baik dan yang tidak baik (1 Raja-Raja 3:9). Sementara hidup ini seluruhnya memang tentang satu pilihan menuju pilihan lain, bukan? Wisdom is all we need.
Sebab adakalanya pilihan yang terhampar bukan hanya antara kejahatan/kebaikan, benar/salah, dosa/tidak, melainkan juga perlu/kurang perlu, penting/kurang penting, termasuk juga sekecil perihal mau ambil jalan kanan/kiri. Kita perlu hikmat untuk selaras dengan kehendak Allah.
“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.”
1 Korintus 10:23
Melalui renungan hari ini, mari kita merefleksi diri. Mengingat seluruh aspek dalam hidup kita, adakah perkataan/perbuatan yang kita lakukan tanpa hikmat Tuhan? Apakah semua yang kita bebas untuk lakukan sungguh berguna? Sudahkah perilaku kita membangun kehidupan orang lain, atau malah tanpa sadar menyandung mereka yang lebih lemah?
Tuhan punya rencana yang begitu besar atas kita. “With great power, comes great responsibility”, sebuah kebenaran yang dinyatakan dari salah satu seri Marvel.
Tuhan percaya, kamu mampu mengemban visi besarNya; membawa keselamatan bagi orang lain melalui kehidupanmu. Itulah mengapa seakan kamu “dituntut” lebih banyak untuk makin bijaksana dalam menentukan pilihan. Bukan untuk membebani supaya hidup lebih berat, tapi supaya hidupmu jadi lebih berarti. Dapat menjadi teladan yang orang lain bisa ikuti, bagaimana hidup semestinya di dalam Kristus.
1 Timotius 4:12
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.