Kebebasan vs Kasih

1 Korintus 8:9-10
Tetapi waspadalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. Karena apabila seorang melihat engkau yang mempunyai ‘pengetahuan’ duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah hatinya yang lemah itu akan turut membangun dia untuk makan makanan persembahan berhala?

Kita sering berpikir kalo selama kita gak melakukan dosa secara langsung, semua sah-sah aja. “Yang penting hati gw tetap ke Tuhan,” or “Ini antara gw & Tuhan.”

Tapi Paulus mengingatkan kita bahwa hidup kita gak cuma soal hubungan pribadi dengan Tuhan, tapi ada orang lain yang ikut terpengaruh juga.

Bayangin kalo ada seorang teman yang baru bertobat dari hidup lama yang penuh kompromi, dia melihat kita melakukan sesuatu yang menurut kita gak masalah (karena kita tahu Tuhan lebih besar dari hal itu), tapi buat dia itu mengganggu imannya. Bukannya makin kuat, dia malah tergoda untuk kembali ke kebiasaan lamanya.

Di sini Paulus gak bilang bahwa kebebasan kita salah, tapi dia ngajarin bahwa kasih lebih penting dari kebebasan. Kalau sesuatu yang kita lakukan bisa jadi batu sandungan buat orang lain, apakah itu sepadan?

Tuhan mau kita bukan cuma hidup untuk diri sendiri, tapi juga memperhatikan sesama. Kebebasan sejati dalam Kristus bukan berarti “gw bebas ngelakuin apa aja,” tapi “gw bebas untuk mengasihi lebih lagi.” Jadi, hari ini yuk kita belajar pakai kebebasan kita dengan bijak, gak cuma untuk kepentingan sendiri, tapi untuk membangun iman orang lain juga.

Previous
Previous

Monyet Berenang

Next
Next

Use Freedom with Wisdom