Induk Burung & Anak Burung

Saat anak burung sudah cukup kuat untuk terbang, induknya akan mencabuti bulu-bulu halus di sarang dan mendorong anaknya ke pinggir. Singkat cerita, induk burung menerjang anaknya hingga jatuh ke jurang. Di tengah jeritan dan kepanikan, tiba-tiba insting terbang anak burung itu menyala. Sayapnya mulai mengepak, keadaan pun mulai terkendali, dan akhirnya ia melayang bebas di udara. Jeritan ketakutan berubah menjadi sorakan kemenangan. Saat itulah anak burung mengerti — induknya bukan jahat, tapi sedang mengajarkan bagaimana seharusnya seekor burung terbang.

Cerita diatas sangat menggambarkan, bagaimana keterbatasan mengerti kita akan kehidupan dapat menjadi jurang ketakutan buat setiap kita. Bahkan keterbatasan mengerti kita, justru berpotensi jadi penghambat rencana indah Tuhan bagi setiap kita.

Tidak semua hal dalam hidup bisa kita pahami. Bahkan hal yang kita anggap pasti pun bisa berubah atau keliru. Jangan pernah terjebak dalam hal-hal ini, atau hidup tampak seperti jurang kegelapan.

Disaat inilah kita butuh ber-iman !

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
— Ibrani 11:1-3 TB

Kita nggak perlu tahu dan nggak akan juga pernah bisa benar-benar tahu semua hal dalam kehidupan. Tapi yang pasti, dari semua hal tentang kehidupan, Tuhan lah si jalan kehidupan!

Memilih berjalan Bersama Tuhan, memilih berjalan di dalam kepastian!

Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
— Yohanes 14:6 TB
Previous
Previous

#Usahainajadulu

Next
Next

Main Aman