Me vs my self
Aku melawan diriku sendiri. Rasanya kalau mendengar kiasan kata-kata seperti itu aneh, seperti untuk apa aku melawan diriku sendiri ?
Diri sendiri itu memiliki pikiran, perasaan dan juga respon.
“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus”
Setiap pikiran, perasaan dan respon wajib ditundukan sesuai dengan Keinginan Kristus.
Contoh :
1. Pikiran overthinking
Pikiran : “aku harus memikirkan nya sekarang juga”
Ditaklukan : “Tuhan memegang hari esok" (Matius 6:24)
2. Perasaan sedih
Pikiran : “ingin menangis, hati terasa kosong"
Ditaklukan : “Tuhan dekat dengan orang yang patah hati (Mazmur 39:19)
Karena apa yang berasal dari pikiran akan lari ke hati dan disitu akan terpancar diri kita itu seperti apa, sadari betul :
1. Kita adalah manusia lemah (gampang untuk menilai orang tapi belum tentu bisa untuk intropeksi atau menilai diri sendiri
2. Medan perang /kelemahan kita (sehingga kita dapat bertanding dengan daging tentunya dengan kekuatan yang berasal dari Kristus
3. Zaman sekarang terutama di era sosmed yang sangat terlihat baik padahal Terlihat baik belum tentu benar (maka ujilah sesuatu yang kalian baca atau lihat dengan Firman Tuhan)
Ketika di awal tahun ini kita mau menyerahkan isi pikiran, perasaan dan respon kita untuk ditaklukan sama Tuhan. Maka kita akan menjadi orang yang berbeda, akan ada perubahan mindset, perubahan pandangan, bahkan pola pikir,