The Unseen Will Be Seen
Segala sesuatu yang terbangun, gak pernah benar-benar terbangun secara tiba-tiba.
Sebagai contoh:
- Gaya hidup sehat, dimulai dari keberanian untuk “say no” sama hal-hal yang gak sehat. Lalu terbentuk budaya hidup sehat dan budaya itu akhirnya berbuah tubuh yang prima.
- Sebaliknya, hidup yang sakit-sakitan pun gak datang mendadak. Dimulai dari kebiasaan “yang penting enak”, lalu “say yes” pada keinginan sesaat, tanpa mikirin konsekuensinya. Lama-lama, terbentuk budaya hidup yang abai. Dan ujungnya, tubuh pun gak berdaya.
Setiap keputusan yang kita ambil, dan setiap kebiasaan yang kita pelihara di waktu serta tempat yang gak terlihat orang lain, suatu hari akan menampakkan buahnya dengan sangat jelas di ruang yang terlihat. Bak perut buncit yang gak bisa diumpetin, buah dari kebiasaan makan mi rebus nyambi minum kopi susu kental manis tengah malam.
Begitu juga dengan iman kita. Iman gak tumbuh di atas panggung, tapi di ruang-ruang tersembunyi. Ia bertumbuh lewat keputusan-keputusan kecil yang gak disorot siapa pun. Kebiasaan mendengar firman Tuhan, merenungkannya, menerimanya, dan exercising firman dalam kehidupan sehari-hari. (Roma 10:17)
Semuanya dimulai dari keberanian menyangkal hal-hal yang gak inline dari tujuan utama hidup kita. Lalu, berkomitmen memilih constructive way, meskipun rasanya like the toughest way. Tapi kita tetap jalanin, karena kita tahu percis,Tuhan yang kasih kita tujuan hidup adalah Tuhan yang sama yang selalu provides strength, wisdom, and love along the journey.
So, kiranya di tahun yang baru ini, kita belajar hidup lebih berhikmat dan bertanggung jawab atas setiap keputusan, terutama di waktu-waktu ketika gak ada satu pun mata manusia yang melihat.
Because what we consistently do in The Unseen, will eventually be Seen. God leads our 2026, everyone.