Tentang Kesetiaan, Bukan Kecepatan
Sering kali kita menjalani iman seperti sebuah sprint. Ingin cepat bertumbuh, cepat kuat, cepat terlihat rohani. Padahal kekristenan bukan tentang siapa yang paling cepat berlari, atau siapa yang paling banyak melakukan.
Iman adalah sebuah marathon. Perjalanan panjang yang tidak selalu mudah, tidak selalu konsisten, dan tidak selalu terasa kuat.
Dalam marathon iman, yang terpenting bukan kecepatan, melainkan kesetiaan untuk terus berjalan. Tetap datang kepada Tuhan saat semangat ada, dan tetap bertahan saat hati terasa lelah dan kering. Tuhan tidak menilai kita dari seberapa cepat kita melangkah, tetapi dari hati yang tidak menyerah untuk tetap setia sampai akhir. Karena dalam iman, bertahan adalah bentuk ketaatan yang paling nyata.
Seperti yang Firman Tuhan katakan,
“Ia yang setia sampai akhir, akan diselamatkan.”