Jangan Buru-Buru Minta "Promosi" Kalau Belum Lulus "Probation"

Pernah nggak ngerasa burnout bukan karena kerjaan, tapi karena ngeliat LinkedIn atau IG isinya temen-temen seangkatan udah pada "promosi" ke jenjang pernikahan? Kita yang masih jomblo berasa kayak karyawan abadi yang nggak naik-naik jabatan. Rasanya pengen cepet-cepet "resign" dari status jomblo karena takut dianggap nggak laku atau nggak kompeten di mata lingkungan.

Case yang sering kejadian:
Banyak dari kita yang ngejar relationship kayak orang yang pindah-pindah kantor (job hopper) cuma gara-gara pengen kabur dari masalah di kantor lama. Kita pikir kalau dapet "kantor" (pasangan) baru, masalah insecurity, kesepian, atau bad habit kita bakal otomatis selesai.

Padahal realitanya:
Kalau lo punya masalah karakter di "kantor" lama, masalah itu bakal tetep ikut ke mana pun lo pindah. Kalau lo belum becus ngelola diri sendiri pas sendirian, gimana mau kelola hubungan sama orang lain yang punya isi kepala beda?

Belajar dari "Job Desc" Mas Adam:
Kalau kita cek "kontrak kerja" pertama manusia di Kejadian, Tuhan kasih Adam tugas buat mengelola taman (karier/panggilan) dan hadirat-Nya (hubungan sama Boss Besar) sebelum Tuhan kasih "rekan kerja" (Hawa).

Nah, anggap aja masa jomblo lo sekarang ini bak masa probation atau training eksklusif dari Tuhan. Di season ini, Tuhan pengen lo jadi "High-Value Talent" yang utuh. Lo nggak butuh orang lain buat bikin lo merasa berharga; nilai lo udah "mentok" karena identitas lo si "anak Allah".

Supaya di season pernikahan nanti, kalian bukan lagi sibuk jadi bengkel untuk benerin orang rusak, tapi jadi dua orang yang sudah "selesai" dengan dirinya sendiri untuk jadi partner life journey.

Jadi, mumpung masih single, fokus upgrade skill karakter lo, beresin mental health lo sama Tuhan, dan temuin passion yang Tuhan taruh di hidup lo.

Jangan sampai pas "promosi" ke pernikahan nanti, lo malah bikin "perusahaan" baru itu bangkrut gara-gara lo belum lulus mengelola diri sendiri.

Previous
Previous

Imperfect Parent

Next
Next

Belum Perlu, Bukan Belum Laku