Belum Perlu, Bukan Belum Laku

Banyak dari kita sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Termasuk soal pasangan. Sering kali kita menjalin hubungan bukan karena benar-benar siap membangun pernikahan, tapi karena kita pengan aja, peneb ditemani, pengen diperhatikan, pengen gak merasa sendiri.

Kita merasa sudah cukup dewasa untuk berpasangan, tapi masih ngambekan, masih gak secure sama diri sendiri, dan bahkan gak dekat sama Tuhan. Lalu sebenarnya yang kita cari itu pasangan… atau pelarian?

Kita berharap mendapatkan orang yang tepat, tapi di saat yang sama kita menolak proses Tuhan yang sedang membentuk kita menjadi pribadi yang siap. Padahal pernikahan bukan tempat untuk menyembuhkan kekosongan hati. Pernikahan justru memperlihatkan apa yang sudah ada di dalam hati.

Janganlah kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya.
— Kidung Agung 2:7b

Kalau hari ini Tuhan belum memberikan pasangan, itu bukan berarti kamu terlambat atau kurang berharga. Bisa jadi memang belum perlu. Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan. Dia tahu waktunya, caranya, dan keadaan hati kita.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
— Pengkhotbah 3:1

Daripada memaksakan hubungan hanya karena gak mau sendirian, mungkin musim sendiri ini justru adalah kesempatan terbaik. Kesempatan untuk membangun karakter, menyembuhkan luka, memperdalam relasi dengan Tuhan, dan belajar utuh sebagai pribadi, bukan setengah yang mencari setengah lainnya. Selamat bertumbuh, God bless.

Previous
Previous

Jangan Buru-Buru Minta "Promosi" Kalau Belum Lulus "Probation"

Next
Next

Pondasi yang Tidak Terlihat