Strong Marriage Isn’t Perfect. It’s Persistent
Pernikahan yang kuat bukan yang selalu romantis, bukan yang ga pernah ribut, dan bukan yang kelihatan sempurna di medsos.
Strong marriage itu… yang tetap memilih satu sama lain, komitment, dan saling mau berusaha. Dan di situ, cinta bukan lagi perasaan. Mengasihi sudah menjadi keputusan.
“Love bears all things, believes all things, hopes all things, endures all things.”
Alkitab ga bilang love feels all things. Tapi love endures. Kenapa Strong Marriage itu penting?
Karena pernikahan yang sehat bukan cuma tentang suami & istri. It builds: rasa aman, stabilitas emosi, fondasi keluarga & generasi yang tau bagaimana arti kasih itu..
Anak-anak ga belajar cinta dari teori. Mereka belajar dari bagaimana orang tuanya saling memperlakukan. Marriage isn’t strong because two people are perfect. It’s strong because two imperfect people keep choosing grace over ego. Dan kasih karunia itu… bukan datang dari kita.
It flows from the grace we receive from Christ every day.