Fix the Root, Not the Feed
Pernah merasa iri waktu lihat couple goals di TikTok atau Instagram? Scroll sedikit, ada yang pamer cincin. Scroll lagi, ada yang soft launch pacar baru. Akhirnya kita jadi kena sindrom "FOMO Cinta", takut sendirian dan merasa harus cepat-cepat punya pasangan biar nggak dibilang nggak laku.
Tapi jujur deh, masalah anak muda sekarang bukan cuma soal "kapan nikah", tapi soal kesehatan mental dan karakter. Banyak dari kita yang masuk ke hubungan baru cuma buat pelarian dari rasa sepi atau buat nutupin luka lama (rebound). Akhirnya? Bukannya bahagia, malah nambah beban mental.
1. Stop "FOMO", Mulai "FOMO-T" (Focus On My Own Truth)
Dunia bilang: "Yang penting cakep, mapan, dan nyambung."
Tuhan bilang: "Orang benar mendapati tempat penggembalaannya" (Amsal 12:26).
Cari pasangan itu bukan kayak pilih menu di aplikasi ojek online yang tinggal klik berdasarkan foto. Sebelum cari "the right one", kamu harus jadi "the right one" dulu. Kalau kamu masih bawa "sampah" (kepahitan sama ortu, adiksi pornografi, atau egois yang nggak ketulungan), hubungan secantik apa pun bakal hancur. Jangan sampai kamu nikah cuma buat mindahin masalah.
2. Red Flags itu Nyata, Bukan Cuma Meme
Banyak anak muda Kristen yang "menuhankan" cinta sampai buta. "Dia emang kasar dan nggak seiman sih, tapi aku yakin bisa ubah dia." Sobat, kamu itu pacar/pasangan, bukan Roh Kudus. Jangan merasa bisa mengubah orang yang nggak mau berubah. Alkitab tegas bilang jangan jadi pasangan yang tidak seimbang (2 Korintus 6:14). Kenapa? Karena kalau tujuan hidupnya aja beda, gimana mau jalan bareng? Yang satu mau ke Gereja, yang satu mau ke party. Capek kan?
3. Pacaran itu Ruang Evaluasi, Bukan Kontrak Mati
Jangan takut putus kalau memang nggak cocok atau nggak sehat. Lebih baik patah hati pas pacaran daripada hancur hati setelah nikah. Gunakan masa muda buat bangun komunitas yang sehat. Cari teman-teman yang bikin kamu makin cinta Tuhan, bukan yang bikin kamu makin jauh dari-Nya.
Fix the Root, Not the Feed!