Typing…

Bersabarlah kamu seorang terhadap yang lain dan ampunilah seorang akan yang lain.
— Kolose 3:13a

Dalam relationship, melihat tulisan “typing…” itu rasanya campur aduk. Ada harapan, deg-degan, atau takut kecewa. Kita nunggu kata-kata yang menenangkan, penjelasan, atau mungkin permintaan maaf. Tapi kadang, tulisan itu hilang. Pesan yang kita tunggu nggak pernah terkirim.

Hubungan kita dengan sesama sering berjalan seperti itu. Banyak konflik terjadi bukan karena kurang sayang, tapi karena kata-kata yang nggak jadi dikirim. Perasaan dipendam, kejujuran ditahan, dan akhirnya jarak terbentuk. Kita sama-sama “mengetik” di dalam hati, tapi nggak pernah benar-benar dibicarakan.

Hal yang sama juga bisa terjadi dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita merasa Tuhan sedang “typing…”, tapi jawaban-Nya belum kita terima. Padahal di saat menunggu itu, Tuhan sedang mengajar kita tentang kesabaran, kejujuran, dan kepercayaan, hal-hal yang sangat dibutuhkan dalam sebuah hubungan.

Ketika kita belajar menunggu Tuhan, kita juga belajar memberi ruang dalam hubungan dengan sesama. Tidak semua respon harus cepat, tapi setiap respon harus lahir dari kasih. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam penantian; Dia dekat dan peduli, bahkan ketika jawabannya belum terlihat.

Hubungan yang sehat bukan soal siapa yang paling cepat membalas, tapi siapa yang mau tetap tinggal, mendengar, dan mengasihi, meski masih di fase typing….

Next
Next

Fix the Root, Not the Feed