Pribadi yang Sama
Manusia telah kehilangan kemuliaan Tuhan sejak manusia memutuskan untuk mengikuti pikiran, perasaan, dan kehendaknya sendiri. Memilih melangkah sendirian adalah awal dari kehancuran hubungan manusia dengan Tuhan. Meskipun begitu, Tuhan tetap mencari dan menjangkau manusia, bahkan menghadiahkan Anak-Nya yang tunggal untuk kita semua.
Kelahiran sampai kematian Yesus adalah bentuk upaya pendamaian yang Tuhan lakukan agar manusia bisa kembali lagi bersama-sama dengan Dia. Tidak pernah sedikitpun manusia berpikir untuk memulai hubungan dengan Tuhan, semuanya selalu Tuhan yang memulai.
Dia memutuskan untuk tetap mengasihi kita dan bahkan memperbaiki hubungan yang kita sudah rusak.
Sampai hari ini, Tuhan masih belum menyerah atas hidup kita, Dia adalah Pribadi yang sama, yang menjangkau Adam dan Hawa ketika mendapati mereka melawan Dia. Dia adalah Pribadi yang sama yang melakukan banyak mujizat luar biasa, Dia ada bersama dengan anda.
Mungkin yang kita lihat tentang diri kita adalah kegagalan, kehancuran, dan kesia-siaan. Namun, Tuhan tetap memandang anda dan saya sebagai anak-Nya. Kalau masih ada kesempatan untuk kita hari ini, artinya Tuhan belum selesai dengan kita.
Kasih Tuhan adalah kasih yang sempurna, bukan kasih yang ditentukan dari apa yang bisa kita lakukan atau berikan, karena sebelum kita bisa melakukan suatu hal atau bahkan gagal melakukan suatu hal, Tuhan sudah sayang. Ini adalah fakta yang harus kita terima dan hidupi dengan cara melanjutkan hidup yang masih tersisa ini selaras dengan firman-Nya.
Roma 5:8
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”