Rayakan Hidupmu

Yesaya 53:5 TB
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Ayat diatas mungkin lebih terdengar seperti kisah Paskah dibanding Natal. Namun, gambaran tentang beban yang ditanggung oleh Sang Juru Selamat selama hidup-Nya di dunia, setidak-tidaknya bawa kita merenungkan 3 (tiga) pertanyaan : 

1. What's the real deal with Christmas for us?
2. What do we actually celebrate?
3. JESUS ? So, what's the big deal about Jesus, anyway?

"Merayakan" Kelahiran Tuhan Yesus, terasa kurang nyaman setelah merenungkan ayat diatas. Sebab pengorbanan dan beban yang setia ditanggung Sang Juru Selamat selama di dunia, merupakan akibat dari perbuatan dosa yang mestinya kita masing-masing tanggung.

"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ......"
Kelahiran Juru Selamat, lebih relevan untuk disambut dengan penghormatan terbesar, dan rasa syukur sedalam-dalamnya.

"...... ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."
Karena melalui hidup-Nya, kita peroleh hidup baru dengan jaminan keselamatan. Inilah yang mestinya kita "rayakan" dalam Natal.

"Merayakan" Natal berarti merayakan hidup baru yang kita terima melalui Kristus, dengan penuh syukur dan kesadaran akan anugerah keselamatan yang sudah kita terima. Inilah bentuk "penghormatan terbesar" yang bisa kita berikan bagi kelahiran Sang Juru Selamat.

Rayakan hidup dengan penuh rasa syukur, dan rasa tanggung jawab akan buah keselamatan yang sudah kita sama-sama terima, itupun bentuk "Penghormatan Terbesar" bagi kelahiran Sang Juru Selamat.

Sebab Sang Raja sudah relakan hidupnya jauh dari perayaan, Supaya kita bisa kembali merayakan kehidupan.

Selamat Natal

Previous
Previous

Pribadi yang Sama

Next
Next

Christmas Not Just a Celebration