Do You Love Him?
Tuhan Yesus mengasihi kita — hal ini sudah tidak dapat diragukan lagi. Tuhan selalu memaafkan walaupun manusia berbuat dosa berulang kali, menyakiti hatiNya, dan tetap memberikan anaknya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia. Namun, pertanyaannya sekarang adalah, apakah kamu mengasihi Kristus seperti Ia mengasihimu?
Kita tahu bahwa tujuan kita di dunia ini bukanlah untuk menikmati dunia namun hidup untuk Tuhan, memuliakan Tuhan dengan segala yang kita perbuat, melayani, dan menikmati kasihNya Tuhan. Namun, apa yang mendorong kita untuk mencapai tujuan tersebut? Setiap manusia melakukan sesuatu dengan adanya motivasi tertentu. Misalnya, bekerja karena ingin mendapatkan uang untuk membeli sesuatu.
Seharusnya hal yang mendorong kita untuk mencapai tujuan hidup kita tersebut adalah karena kita sangat mengasihi Tuhan dan mengetahui bahwa kita ini sangat tidak berharga. Disaat kita tidak berharga, Tuhan mengasihi kita sedemikian rupa sehingga tidak ada hal lain yang dapat kita kembalikan untuk membalas kebaikanNya selain hidup untukNya. Kita harus memiliki mindset seperti seorang hamba yang diselamatkan. Kita bukanlah apa-apa jika bukan karena kasih setia Tuhan kepada kita.
Jika kita betul-betul mengasihi Tuhan segenap hati kita, pasti kita akan mau selalu mengusahakan yang terbaik untukNya, mau untuk selalu menyenangkan hatiNya. Ketika kita sangat mengasihi seseorang, kita mau mengorbankan kesenangan diri sendiri untuk orang tersebut. Misalnya, ketika kita pacaran, kita akan berkorban dan menonton film yang pacar sukai meskipun kita tidak suka. Apakah kita sesayang itu sama Tuhan sehingga mau mengorbankan hal-hal yang kita sukai (kedagingan), demi kepentinganNya? Jika kita mengasihi Tuhan, kita pasti akan mau mengenal Dia lebih lagi dengan membaca Firman dan mematuhi setiap perintahNya karena itu menyukakan hatiNya.
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu” (Markus 12:30)