Idenya Tuhan

Adanya sebuah keluarga adalah idenya Tuhan. Konsep ini bukan hasil pemikiran manusia, tetapi rancangan Allah sendiri sejak awal mula. Sejak di taman Eden, Tuhan menciptakan Adam dan Hawa bukan hanya untuk saling menemani, tetapi untuk mencerminkan kasih dan kesatuan yang berasal dari-Nya. Keluarga adalah tempat pertama di mana kita belajar mengasihi, menerima, dan mengampuni, sebuah miniatur dari kasih Allah bagi umat-Nya.

Namun, dalam perjalanan hidup berkeluarga, sering kali kita lebih ingin dimengerti daripada berusaha mengerti. Anak merasa tidak dipahami oleh orang tua, orang tua merasa tidak dihargai oleh anak. Padahal ketika masing-masing hanya menuntut untuk dimengerti, hubungan akan semakin renggang. Padahal kasih sejati tidak berpusat pada diri sendiri, melainkan mau berkorban dan berusaha memahami.

Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
— Filipi 2:4

Keluarga akan bertumbuh sehat ketika setiap anggotanya mau menurunkan ego dan belajar saling memahami. Di situlah kita meneladani Kristus, yang terlebih dulu mengasihi, memahami, dan menerima kita apa adanya. Harusnya kita melihat keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi sebagai rancangan Tuhan yang kudus untuk membentuk karakter kita. Saat kita belajar untuk tidak selalu ingin dimengerti, melainkan mau mengerti lebih dulu, di situlah kasih Tuhan nyata melalui hidup kita.

Previous
Previous

Family, Tempat Kasih Dimulai

Next
Next

Akar Dosa yang Meretakkan Kehidupan