Faith Starts with Following

Kadang kita berpikir iman itu berarti tahu semuanya dulu. Kita ingin memastikan arah, rencana, dan hasilnya sebelum berani melangkah. Tapi iman yang sejati justru dimulai ketika kita memilih untuk percaya lebih dulu.

Saat Tuhan berbicara, Ia sering tidak memberikan peta lengkap, hanya satu instruksi sederhana: “Ikutlah Aku.” Abraham meninggalkan negerinya tanpa tahu ke mana ia akan dibawa. Ia tidak menunggu bukti atau jaminan, ia hanya menunggu suara Tuhan.

Petrus juga begitu. Setelah semalaman gagal menangkap ikan, Yesus menyuruhnya untuk menebar jala sekali lagi. Di situ Petrus bisa saja berkata “tidak masuk akal,” tapi ia memilih untuk follow first. Dan dari ketaatan itulah mujizat terjadi.

Oleh iman Abraham taat ketika ia dipanggil untuk pergi ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
— Ibrani 11:8

Kadang Tuhan tidak meminta kita memahami semuanya di awal. Ia hanya meminta kita percaya bahwa bersama-Nya, setiap langkah akan mengarah pada sesuatu yang baik. Saat kita berani mengikuti lebih dulu, di situlah iman tumbuh.

Karena dalam setiap langkah tanpa kepastian, kita belajar bahwa kepastian sejati bukan datang dari situasi, tetapi dari Pribadi yang menuntun langkah kita.

Previous
Previous

Jadi Murid Dulu, Baru Jadi Pemimpin!

Next
Next

Bandel = Kutuk Antar Generasi