Tabung Cinta

Kita semua pasti sudah sering mendengar pernyataan bahwa di dalam hati kita ada lubang besar dan hanya Yesus yang bisa mengisinya. Ya, Allah adalah Kasih dan hanya PribadiNya yang mampu mengisi kebutuhan kita akan cinta yang besar di hati ini. Sebuah Kasih Terbesar yang tanpa syarat, yang telah terbukti di atas kayu salib.

Having relationship (hubungan apapun mulai dari keluarga, pertemanan, hingga pernikahan) adalah ibarat sebuah perjalanan jauh, yang selama masih bernafas kita akan menjalaninya. Perjalanan jauh membutuhkan bahan bakar yang terisi penuh. Isi dulu layaknya di pom bensin, “Mulai dari 0 (nol)” bersama Tuhan ya, sebab tanpanya kendaraan tidak akan dapat ke mana-mana. So does any our relationship.

Pantas saja kan, banyak orang yang masih kosong tabung cintanya, akan mengais pemenuhannya pada orang atau tempat lain. Tak jarang yang “menyiksa” orang di sekitarnya dengan keadaan diri yang demikian haus kasih sayang. Dapat ditebak, hubungan apapun kian rusak bahkan berakhir kandas.

Sermon terakhir mengingatkan, bahwa tidak ada satupun dari kita yang terlahir dengan kasih Ilahi. It’s just out of this world! Kita perlu menerima kasih Agape terlebih dahulu, untuk dapat kembali memberikan kasih Agape melampaui kasih Storge, Philia, dan Eros dalam setiap hubungan.

“Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”, kata Yesus (Yoh 15:5b). Indeed. Hingga kita baru dapat melihat dan mengasihi diri sendiri dengan sebenarnya, ketika kita melihat Yesus, dipesona karyaNya, dipenuhi kasihNya, tinggal di dalamNya.

Kebayang kan, deal with ourself saja menjadi hal yang mustahil tanpa Tuhan, apalagi deal with others.

Tuhan tolong kita semua ya, selamat mengasihi dengan kasih Tuhan!

Previous
Previous

Self-love and Self-awareness

Next
Next

Living Sacrifice