We Listen and We Don’t Judge

Seperti trend yang lagi hits belakangan ini di social media. Pernahkah kita mendengarkan cerita kisah orang terdekat kita atau bahkan mendengarkan kisah orang yang kita gak kenal, lalu kita judge?

Padahal sebenarnya di dunia ini tidak ada yang sempurna, semua orang pasti punya kelemahan, dan juga kesalahan-kesalahn nya masing-masing.

Tapi kita selalu punya pilihan dalam hidup:
1. Menjadi orang toxic / judge,
2. Menjadi orang yang tidak perduli sesama alias egois,
3. Menjadi orang yang perduli.

Ketika kita mau menjadi orang yang perduli, maka kita harus:
1. Memiliki telinga untuk mendengar,
2. Memiliki hati untuk membantu,
3. Memiliki kehadiran untuk menemani serta membantu membimbing untuk mereka keluar dari permasalahan.

Orang yang perduli berarti hati nya memiliki kasih, dan kasih hanya berasal dari Kristus. Maka cintailah Tuhan Yesus Kristus terlebih dahulu, maka kita akan mampu mencintai sesama.

Selain itu, perlu untuk kita menunjukan sikap serta respon kita terhadap masalah yang kita hadapi, atau sikap dan respon kita ketika orang bercerita, apakah kita hanya fokus untuk mencari tau atau mau membantu?

Sama sama refleksikan diri yuk.

Karena Goal kita adalah membantu sesama. Jadi mari mulai dari diri kita sendiri lebih dulu untuk menjadi orang yang baik, tidak toxic, tidak egois lewat pengenalan pribadi yang mendalam dengan Kristus.

Selalu minta bimbingan Kristus supaya kita semakin serupa dengan Dia, dan melalukan tugas kita untuk menjadi perpanjangan tangan Nya.

Previous
Previous

Pernikahan: Dari Janji Indah ke Realita Pahit?

Next
Next

Self-love and Self-awareness