Pilih dengan Bijak, Tuai dengan Damai

Amsal 13:20
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Dalam hidup, kita akan selalu dihadapkan pada pilihan termasuk dalam hubungan. Ada hubungan yang baik, yang membangun, yang membawa kita semakin bertumbuh dan dekat dengan Tuhan.

Tapi ada juga hubungan yang buruk, yang membawa kita menjauh dari kebenaran, penuh luka, dan konsekuensi yang berat.

Bukan berarti kita harus selalu berada dalam hubungan yang sempurna. Faktanya, tidak ada hubungan yang benar-benar tanpa masalah.

Tapi sebelum kita masuk lebih dalam ke sebuah hubungan entah itu pertemanan, pasangan hidup, atau komunitas kita harus memutuskan dulu untuk mencari yang baik.

Bayangkan jika kita memilih hubungan yang jelas-jelas buruk. Kita tahu itu tidak benar, tapi tetap melakukannya dengan harapan bisa mengubah keadaan.

Kenyataannya, banyak dari kita justru akhirnya terluka, kecewa, dan menghadapi konsekuensi yang lebih berat.

Pilihlah hubungan yang baik bukan karena kita takut menghadapi yang buruk, tetapi karena kita sadar bahwa setiap hubungan akan membentuk karakter kita.

Hubungan yang baik mungkin tidak selalu nyaman atau mudah, tetapi akan menuntun kita kepada kehidupan yang lebih baik, lebih damai, dan lebih dekat dengan Tuhan.

Jadi, sebelum memutuskan masuk ke dalam sebuah hubungan, tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah hubungan ini membawa saya semakin dekat dengan Tuhan?
- Apakah saya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dalam hubungan ini?
- Apakah ada damai sejahtera dalam hubungan ini?

Jika jawabannya tidak, mungkin saatnya untuk mempertimbangkan ulang.

Jangan memilih yang buruk dengan alasan “semua orang juga begitu” atau “mungkin nanti berubah.” Pilihlah dengan bijak, karena setiap keputusan membawa konsekuensi.

Previous
Previous

Sometimes It’s OK to Make Mistakes

Next
Next

Pernikahan: Dari Janji Indah ke Realita Pahit?