Cinta yang Berakar

Bayangkan sebuah pohon yang tinggi dan rindang. Pohon ini memiliki daun yang hijau, buah yang lebat, dan batang yang kokoh. Namun, kekuatan sejati pohon ini tidak terletak pada apa yang terlihat di permukaan, melainkan pada “akarnya” yang tertanam dalam di dalam tanah. Akar-akar ini memberikan nutrisi, kestabilan, dan kekuatan bagi pohon untuk bertahan dalam cuaca apa pun, baik terik matahari maupun badai.

Hubungan kita dengan orang lain—entah itu pasangan, keluarga, atau sahabat—ibarat pohon ini. Apa yang terlihat di luar, seperti kata-kata manis, perhatian, atau kebersamaan, hanyalah bagian kecil dari hubungan. Yang terpenting adalah "akar" hubungan itu sendiri, yaitu fondasi yang dibangun atas dasar kasih, kepercayaan, komitmen, dan iman kepada Tuhan.

Tanpa akar yang kuat, pohon akan mudah tumbang ketika badai datang. Begitu pula hubungan kita. Jika tidak dibangun di atas fondasi yang kokoh, hubungan itu akan goyah ketika menghadapi tantangan atau konflik. Namun, jika kita membangun hubungan dengan kasih yang tulus dan mengandalkan Tuhan sebagai pusatnya, hubungan itu akan bertahan dan terus bertumbuh.

1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Efesus 4:2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Seperti pohon yang membutuhkan akar yang kuat, hubungan kita juga membutuhkan fondasi yang kokoh. Mari kita membangun hubungan dengan kasih yang tulus, saling menghargai, dan mengundang Tuhan untuk menjadi pusatnya. Dengan demikian, hubungan kita akan bertahan dan berbuah, bahkan di tengah badai kehidupan.

Previous
Previous

Don’t Rush

Next
Next

Musim-nya Tuhan