Hidup Totalitas Sebagai Persembahan Yang Hidup
Sebagai orang percaya, kita sering berpikir bahwa ibadah hanya terbatas pada hari Minggu di gereja, kita menyanyi, berdoa, dan mendengar firman Tuhan. Namun, Rasul Paulus mengajarkan bahwa ibadah sejati adalah mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.
Dalam Perjanjian Lama, persembahan kepada Tuhan biasanya berupa korban bakaran. Namun, melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, kita tidak lagi dipanggil untuk mempersembahkan korban binatang, melainkan menjadikan hidup kita sendiri sebagai persembahan yang hidup.
Apa artinya?
1). Hidup yang Kudus
Persembahan yang berkenan kepada Tuhan harus kudus. Artinya, kita hidup harus berbeda dari dunia ini sampai kita dianggap “aneh”. Bukan berarti kita sempurna, tetapi kita terus berusaha hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
2). Totalitas untuk Tuhan
Kita tidak boleh memberikan kepada Tuhan yang setengah-setengah. Tuhan ingin kita mengasihiNya dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan (Markus 12:30). Artinya, setiap aspek hidup kita yaitu pekerjaan, hubungan, waktu, dan talenta harus dipersembahkan untuk kemuliaan-Nya.
3). Melakukan yang Berkenan bagi Tuhan
Hidup kita adalah ibadah yang sejati, bukan hanya di gereja, tetapi dalam setiap tindakan kita sehari-hari dimanapun kita berada. Kita harus merefleksikan dan menyelidiki setiap hati kita masing-masing,
“Apakah yang aku lakukan menyenangkan hati Tuhan dan sudah sesuai dengan tujuan yang Tuhan inginkan?”
Mengikut Kristus bukanlah komitmen setengah-setengah. Dibutuhkan keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan untuk tetap berjalan dalam kehendak-Nya. Banyak tantangan yang harus dihadapi, tetapi ketika kita memberi diri secara total kepada-Nya, kita akan mengalami kepenuhan hidup dalam Kristus.
Selanjutnya, hal yang bisa kita refleksikan dan pertanyakan kepada diri kita sendiri adalah:
- Sudahkah aku mempersembahkan hidupku sepenuhnya kepada Tuhan?
- Sudahkah cara aku menjalani hidup sehari-hari mencerminkan ibadah yang sejati?