Have We Fight with All Our Might?

Bulan ini kita diingatkan bahwa kita dipanggil untuk mengasihi dan melayani Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan kita (Ulangan 6:5).

Kita dapat belajar dari beberapa tokoh Alkitab yang menunjukkan "with all my might" mereka:

1. Ayub tetap tekun dan setia kepada Tuhan di tengah penderitaan (Ayub 1-3).
2. ⁠Paulus dengan teguh menyebarkan Injil meskipun nyawanya terancam dan ia sempat dimasukkan ke dalam penjara.
3. ⁠Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menolak memuja patung emas yang dibuat oleh raja, sehingga mereka dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala (Daniel 3:16-18, 26-29).
4. ⁠Daniel menolak menyembah raja dan akhirnya dijebloskan ke dalam gua singa (Daniel 6:1-29).

Kisah mereka menjadi teladan bagi kita untuk mengerahkan seluruh kekuatan kita bagi Tuhan. Setiap tokoh Alkitab ini berjuang dan mengasihi Tuhan hingga titik darah penghabisan mereka.

Setiap hari, kita menghadapi berbagai peperangan rohani—godaan untuk menjalani hidup yang nyaman tetapi jauh dari Tuhan, keinginan untuk menyenangkan dunia yang bertentangan dengan kebenaran-Nya, serta dosa-dosa pribadi yang harus kita lawan.

Sekarang pertanyaannya, maukah kita berjuang melawan dosa dan keinginan daging demi memuliakan Tuhan? Jika belum mau, mengapa? Apa yang belum rela dilepaskan untuk Tuhan?

Seberapa besar perjuangan kita untuk hidup bagi-Nya? Apakah kita sudah sampai “titik darah penghabisan” berjuang untuk memuliakan Tuhan seperti tokoh-tokoh Alkitab tersebut? Besarnya perjuangan kita menandakan seberapa penting Tuhan di hidup kita. Bukankah kita akan memperjuangkan sesuatu yang sangat penting di hidup kita?

Tuhan sudah mengasihi kita dengan kasih yang begitu besar. Tuhan telah memberikan kita kasih karunia yang terbatas. Kita tidak dapat membalas apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Tetapi kita dapat mengasihi Tuhan kembali, menaati kehendak Tuhan, mengasihi sesama, dan memberikan Tuhan sepenuhnya diri dan hatimu.
Previous
Previous

Main Aman

Next
Next

Hidup Totalitas Sebagai Persembahan Yang Hidup