Flight Mode: Faith

Kami mematahkan setiap siasat dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.
— 2 Korintus 10:5

Pikiran kita ibarat ruang kendali sebuah bandara. Di sanalah semua keputusan mendarat dan lepas landas. Jika ruang kendali itu dikuasai oleh ketakutan, kebohongan, dan rasa bersalah, maka hidup kita akan dipenuhi “penerbangan” yang salah arah. Masalahnya, musuh jarang menyerang secara terang-terangan—ia menyusup lewat pikiran kecil: “Kamu tidak cukup baik,” “Tuhan tidak peduli,” “Tidak ada harapan.”

Paulus mengingatkan bahwa pikiran adalah medan perang rohani. Setiap pikiran yang tidak sejalan dengan kebenaran Allah harus “ditawan” dan dibawa tunduk kepada Kristus. Ini bukan soal menolak realita, tetapi memilih untuk menilai realita dengan kacamata firman Tuhan.

Seperti seorang penjaga kota yang memeriksa setiap orang yang masuk, kita pun dipanggil untuk memeriksa setiap pikiran:

Apakah ini membangun iman atau merobohkannya? Apakah ini berasal dari kebenaran atau dari ketakutan?

Ketika kita menyerahkan ruang kendali pikiran kepada Kristus, damai sejahtera-Nya akan mengambil alih. Pertempuran mungkin masih ada, tetapi kemenangan dimulai saat Kristus menjadi Panglima di dalam pikiran kita.

Next
Next

Menjaga Hati di Kilometer Nyaman