Bukan Lagi Balapan sama "Feed" Orang Lain

Pernah nggak sih, lagi asyik scrolling TikTok atau Instagram, tiba-tiba merasa "ketinggalan"? Si A sudah magang di perusahaan Big 4, si B baru saja flexing liburan ke Jepang, dan si C sudah punya start-up sendiri. Seketika, hidup kita rasanya kayak jalan di tempat.

Fenomena ini sering bikin kita terjebak dalam "Rat Race". Berlari sekencang mungkin cuma karena takut kalah saing, tapi sebenarnya nggak tahu arahnya ke mana. hehe

Fokus pada "Personal Best", Bukan Medali Orang Lain!

Dalam maraton, musuh terbesarnya bukan pelari di sebelah, tapi rasa lelah, rasa malas, dan keinginan untuk nyerah dalam diri sendiri. Begitu juga dengan iman. Masalahnya, kita sering kehabisan energi karena sibuk menoleh ke jalur lari orang lain, sampai lupa kalau jalur kita sendiri sudah berantakan.

Memakai "Sisa Waktu" dengan Bijak.

Rasul Petrus memberikan pengingat yang cukup "jleb" di 1 Petrus 4:2: “...supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.”

Petrus tahu kalau waktu kita di dunia ini terbatas. Kalau kita menghabiskan waktu cuma buat mengejar "keinginan manusia", macam validasi dari viewers or likes, standar kesuksesan duniawi, atau sekadar tren. Kita bakal sampai di garis finish dengan tangan hampa.

Kehendak Allah itu unik buat setiap orang. Jalur maraton kita nggak akan sama dengan jalur teman sebangku. Tuhan nggak minta kita lebih cepat dari orang lain; Dia cuma minta kita tetap lari di jalur yang sudah Dia siapkan buat setiap kita.

“Marathon is a race against yourself, so does the race of faith.”

Previous
Previous

Finish Line

Next
Next

Tuan Ku, Perut Ku