Berlari di Track yang Tuhan Tetapkan

Ada fase hidup di mana penolakan datang berulang, tenaga habis, dan langkah terasa berat. Kamu sudah mencoba, sudah berdoa, sudah bertahan, tapi hasilnya belum kelihatan. Di titik ini, menyerah terasa seperti opsi yang masuk akal. Not because you’re weak, but because you’re tired.

Tapi Tuhan tidak pernah menuntut kita untuk selalu kuat. Dia tidak berkata kita harus selalu tersenyum, selalu berani, selalu terlihat “baik-baik saja”. Yang Tuhan minta sederhana tapi dalam: tetap setia berjalan bersama-Nya.

Ibrani 12:1 berkata:

"Karena kita mempunyai banyak saksi bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Ayat ini mengingatkan satu hal penting: ada perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Artinya, setiap orang punya track masing-masing. Masalahnya, kelelahan terbesar sering muncul bukan karena larinya terlalu jauh, tapi karena kita sibuk melirik jalur orang lain.

Kita melihat orang lain sudah sampai, sudah berhasil, sudah “jadi”. Lalu tanpa sadar kita bertanya, “Kenapa aku belum?” Padahal Tuhan tidak pernah meminta kita finish di waktu yang sama. Dia tidak membandingkan pace kita dengan siapa pun. Dia hanya melihat: apakah kamu masih mau berlari di jalur yang Dia tetapkan?

Rejection bukan tanda kamu salah arah. Exhaustion bukan bukti kamu gagal. Setbacks sering kali bukan hukuman, tapi proses. Ditengah langkah yang terseok-seok, Tuhan sedang bekerja—bukan hanya membentuk hasil, tapi membentuk hati.

Kalau hari ini kamu cuma sanggup jalan pelan, itu tidak membuatmu kalah. Kalau kamu perlu berhenti sebentar untuk menarik napas, Tuhan tidak meninggalkanmu. Yang penting, jangan keluar dari track-mu. Jangan menukar panggilanmu dengan perbandingan.

Keep running. Keep showing up. God is still working, even when you feel empty. Dan selama kamu tetap setia berjalan bersama-Nya, kamu tidak pernah benar-benar kalah.

Next
Next

Running With Heavy Legs but a Steady Heart