Kaleb: Pelari Iman Tersembunyi

Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.
— Yosua 14:13-14

Kebanyakan dari kita pasti familiar banget dengan cerita tokoh-tokoh Alkitab yang terkenal “kisah penantian”nya. Misalnya, Abraham yang menunggu 25 tahun untuk punya anak. Tapi Kaleb? Jarang dikhotbahkan, padahal dia menunggu 45 tahun untuk dapet reward.

Kaleb itu bagaikan sohibnya Yosua, salah satu dari dua pengintai yang tetap percaya kepada Tuhan ketika pengintai yang lain ketar-ketir, takut dengan ancaman tanah perjanjian. Tapi, apakah kita sadar bahwa Yosua lah yang menjadi highlight? Yang terpilih menggantikan Musa? Sayangnya, personal experience Kaleb tidak banyak tercatat (ya iyalah, fokusnya penulis lebih ke Yosua). Tapi, rasanya wajar kalau Kaleb muncul perasaan tawar hati (“Kok cuman Yosua yah yang dapet bagus-bagusnya aja, padahal aku juga setia loh”).

Tapi bedanya, dalam marathon iman, Kaleb menang telak dibandingkan dengan yang lain dari generasinya. Dari sedikitnya tulisan tentang Kaleb, setidaknya ada penggalan tulisan yang menandakan bahwa Tuhan tidak lupa kepada kesetiaan Kaleb, yaitu ayat di atas. Seakan-akan, Tuhan seperti, “Karena kamu sudah setia, nih Hebron buat kamu.” Bonus lainnya? Kaleb adalah salah satu dari HANYA DUA ORANG dari generasi yang sama yang bisa masuk ke tanah perjanjian.

Be honest with ourselves: Apa sih perasaan kita ketika melihat orang lain lebih “diberkati”, di-acknowledge, atau dihargai lebih banyak, padahal kita sudah mengerjakan yang terbaik juga?

Faith Marathon tidak hanya bicara soal ketahanan banting atau kesetiaan kita dalam track lari yang dapat dilihat orang banyak, namun juga tentang kesetiaan kita untuk tetap berjalan dalam kesesakan yang tidak diketahui orang lain. Tapi, satu hal yang pasti: God remembers you.

Previous
Previous

Seni Beristirahat: Agar Tak Tumbang di Maraton Iman

Next
Next

Berlari di Track yang Tuhan Tetapkan